Auskultasi Dada dengan Stetoskop Dalam Pemeriksaan Fisik

Auskultasi dada dengan stetoskop merupakan tindakan yang terpenting dalam melakukan pemeriksaan fisik. Auskultasi dada dengan stetoskop ini dilakukan pada titik-titik tertentu baik untuk mengidentifikasi suara atau bunyi nafas maupun suara atau bunyi jantung. Titik yang biasa digunakan dalam melakukan auskultasi dada dengan stetoskop ialah toraks anterior, lateral dan posterior untuk mendeteksi bunyi nafas normal dan abnormal. Sedangkan titik yang digunakan untuk melakukan auskultasi dada dalam mengidentifikasi bunyi jantung ialah titik pada apeks jantung.


Pemeriksaan dada dengan stetoskop

Stetoskop Litmann classic

Kesalahan dalam Auskultasi Dada dengan Stetoskop

Kesalahan dalam melakukan auskultasi dada dengan stetoskop paling banyak dilakukan terutama oleh pemula. Para pemula tersebut sering melakukan kesalahan dalam melakukan auskultasi dada dengan stetoskop dengan alasan mereka belum terlalu banyak mengerti tentang makna suara yang didengar. Mendengar terlalu banyak bukan terlalu sedikit, mereka belum belajar mengabaikan suara yang tidak mempunyai arti diagnostik dan memusatkan perhatian mereka pada suara yang bermakna. Keterampilan seperti ini hanya dapat dilakukan dengan latihan dan memeperbanyak lagi latihan tersebut.

Auskultasi dada dengan stetoskop dapat dilakukan dengan memusatkan perhatian pada bunyi atau suara yang bersifat diagnostik. Jarang sekali kita menemukan keadaan ideal untuk melakukan auskultasi dada dengan stetoskop. Terkadang terdapat suara lain dari ruangan saat melakukan pemeriksaan yang timbul. Kita harus belajar memuastkan perhatian pada apa yang di dengar melalui bagian telinga dan mengabaikan suara lain yang terdapat dalam ruangan. Pastikan bahwa suara tersebut merupakan suara yang benar-benar berasal dari stetoskop. Selanjutnya kita juga harus memastikan bahwa suara stetoskop tersebut berasal dari dalam dada yaitu paru-paru dan pleura apabila kita memeriksa paru-paru dan bukan berasal dari kulit atau otot.

Berikut terdapat beberapa kesalahan dalam melakukan auskultasi dada dengan stetoskop yang sering dilakukan diantaranya ialah sebagai berikut :
  1. Kesalahan dalam melakukan auskultasi dada dengan stetoskop yang pertama yaitu bernapas kuat pada tabung stetoskop. Pada keadaan ini akan menghasilkan suara kasar yang halus. Kesalahan ini dapat dicegah dengan memindahkan tempat stetoskop tersebut.
  2. Kesalahan dalam melakukan auskultasi dada dengan stetoskop yang kedua yaitu penempelan bel stetoskop pada dada tidak kuat. Pada keadaan ini dapat menimbulkan suara kasar dan lemah seperti yang dapat kita dengar bila seekor siput laut kita letakkan dekat dengan telinga kita. Suara yang sama juga dapat kita dengarkan bila bagian telinga stetoskop tidak benar-benar sesuai dengan telinga, atau jika kita mempergunakan stetoskop dengan keadaan bagian telinganya terbalik. Dan kesalahan yang lebih sering terjadi lagi yaitu apabila bel stetoskop yang digunakan tergeser pada kulit dada yang dapat menimbulkan suara yang sama dengan kelainan bunyi nafas seperti “friction rub” pleura atau perikardium. Hal ini dapat diatasi dengan banyak berlatih mendengarkan suara dengan cara menggesekan bel tersebut pada kulit.
  3. Kesalahan dalam melakukan auskultasi dada dengan stetoskop yang ketiga ialah terjadi gesekan antara stetoskop dengan rambut. Suara dapat timbul sebagai akibat gesekan antara stetoskop dengan rambut. Sebuah rambut yang berada di bawah bel stetoskop sudah dapat menimbulkan bunyi berisik yang hampir tidak dapat dibedakan dari “rale”.
  4. Kesalahan dalam melakukan auskultasi dada dengan stetoskop yang keempat ialah terdengarnya bunyi yang ditimbulkan oleh otot, tendon dan sendi yang dapat membingungkan dan menyebabkan kesalahan. Pada keadaan penderita yang mengigil atau gelisah yang dapat menegangkan otot-otot mereka dapat menghasilkan seperangkat suara yang khas dan lunak diatas otot tersebut.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • Buku Major Diagnosis Fisik




Terima kasih untuk Like/comment FB :