Bakteri di Stetoskop Penyebab Infeksi Nosokomial

Stetoskop merupakan alat kesehatan yang paling sering digunakan oleh para petugas kesehatan. Namun, stetoskop ini dapat menjadi sumber dari penyebaran infeksi nosokomial. Bakteri di stetoskop dapat menjadi suatu infeksi nosokomial. Infeksi nosokomial telah diakui menjadi sebagai suatu masalah yang tidak ada akhirnya. Masalah ini telah berlangsung selama berabad-abad. Masalah tentang bakteri di stetoskop yang menjadi suatu infeksi nosokomial ini akan mempengaruhi kualitas pelayanan dan merupakan penyebab morbiditas, mortalitas dan peningkatan biaya pemeliharaan kesehatan.

Stetoskop menjadi salah satu alat kesehatan yang esensial untuk digunakan oleh profesi medis maupun paramedis. Dikarenakan stetoskop digunakan secara bersamaan pada pasien yang banyak, dapat menjadikan bakteri di stetoskop menjadi suatu infeksi nosokomial. Stetoskop yang digunakan secara langsung pada banyak pasien setiap harinya mengandung bakteri di stetoskop. Biasanya yang dilakukan oleh petugas medis maupun paramedis yaitu setelah menggunakan stetoskop pada banyak pasien, baru stetoskop tersebut dibersihkan. Namun hal tersebut sebenarnya masih tidak benar untuk dilakukan.


Stetoskop akustik moderen dual head

Pemeriksaan pasien menggunakan stetoskop


Beberapa studi dalam suatu literatur medis telah menunjukkan bahwa stetoskop yang digunakan oleh kebanyakan dokter telah terkontaminasi dengan bakteri di stetoskop dan bisa berfungsi sebagai penularan infeksi. Fenomena ini menjadi suatu masalah tertentu dimana kejadian wabah dapat terjadi aoabila bakteri di stetoskop merupakan bakteri yang resisten terhadap obat-obatan. Salah satu bakteri di stetoskop yang resisten terhadap obat-obatan ialah methicillin resistant staphylococcus aureus (MRSA), atau pasien dengan peningkatan kerentanan terhadap infeksi yang dapat ditemukan. Pada saat itu para peneliti juga mengevaluasi masalah dengan survei praktek saat stetoskop dibersihkan.

Jenis Bakteri di Stetoskop

Petugas kesehatan dapat menjadi salah satu sumber terhadap penyebaran infeksi nosokomial. Banyak patogen endemik yang ditularkan petugas kesehatan melalui tangan. Dan sejak saat itu, dengan melakukan cuci tangan telah terbukti dapat mengurangi risiko infeksi nosokomial. Namun selain melalui tangan, penyebaran infeksi nosokomial juga ditularkan melalui bakteri di stetoskop. Selain bakteri di stetoskop, penyebaran infeksi nosokomial juga dapat ditularkan melalui termometer digital, manset untuk mengukur tekanan darah, dan sarung tangan.

Hasil dari sebuah studi penelitian yang telah dilakukan terhadap bakteri di stetoskop menunjukkan bahwa stetoskop yang digunakan oleh para petugas kesehatan dalam melakukan prektek klinis sehari-hari membawa mikroorganisme patogen potensial. Sejak flora normal kulit mengandung bakteri gram positif, tidak mengherankan jika terdapat bakteri gram negatif yang sedikit diisolasi. Frekuensi kontaminasi bakteri di stetoskop diamati dalam penelitian ini lebih rendah 70 sampai 100 persen dibandingkan dengan yang dilaporkan dalam sebuah literatur.

Jenis bakteri di stetoskop yang paling banyak ditemukan adalah jenis Staphylococcus negatif. Koagulasi dari bakteri di stetoskop jenis Staphylococcus negatif ini menyebabkan infeksi sistemik yang parah. Hal ini juga terjadi pada alat kesehatan lain seperti kateter yang dapat menyebabkan sepsis. Kontak kulit merupakan penghantar infeksi yang efektif terhadap sebagian besar agen infeksi. Namun apabila pada kulit terdapat luka kecil jangan dianggap remeh. Luka pada kulit tersebut dapat menjadi rute atau jalan bakteri di stetoskop untuk menularkan infeksi. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan apalagi bila memberikan perawatan pada pasien dengan luka atau luka bakar, atau pasien dengan kateter atau trakeotomi.

Dalam suatu penelitian lain menunjukkkan bahwa hanya 21 % petugas kesehatan yang membersihkan bakteri di stetoskop mereka. Selain itu pada hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa petugas kesehatan seperti perawat lebih sering membersihkan bakteri di stetoskop dibandingkan dengan dokter dan mahasiswa kedokteran. Selain itu, tidak satupun dari petugas kesehatan yang membersihkan bakteri di stetoskop setelah menggunakannya pada pasien.



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • ncbi.nlm.nih.gov




Terima kasih untuk Like/comment FB :