Biografi Penemu Stetoskop Rene Theophile H Laennec

Stetoskop merupakan alat yang sering kita jumpai sehari-hari pada saat kita berada pada tempat pelayanan kesehatan. Namun tahukah anda, siapa yang menemukan stetoskop ini? Jika anda belum tahu, pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai biografi penemu stetoskop. Stetoskop ini ditemukan oleh seorang dokter yang bernama Rene Theophile Hyacinthe Laennec dilahirkan di Quimper suatu daerah di Brittany, Perancis. Dalam biografi penemu stetoskop tersebut, dijelaskan bahwa Laennec dilahirkan pada tanggal 17 Februari 1781. Pada saat Laennec masih kecil, kira-kira berumur 5 tahun, ibunya meninggal karena penyakit TBC. Sedangkan ayahnya yang seorang pengacara tidak sanggup untuk merawat dirinya. Hingga pada akhirnya Laennec ikut bersama dengan pamannya yang telah menggap Laennec sebagai anaknya.



 Stetoskop pada awal penemuannya

Stetoskop akustik moderen

Biografi Penemu Stetoskop saat Usia diatas 12 Tahun

Dalam biografi penemu stetoskop, dijelaskan pada saat Laennec berusia 12 tahun, ia ikut pindah ke Nantes bersama pamannya yang bernama Dr. Guillaume François Laennec (1748-1822). Pamannya tersebut merupakan seorang dekan fakultas kedokteran di suatu universitas. Walaupun pada saat itu telah bergejolak revolusi Perancis, namun Laennec telah berhasil menyelesaikan studinya, belajar berbahasa inggris dan jerman secara fasih, dan memperoleh sejumlah penghargaan. Laennec telah terinspirasi oleh pamannya tersebut untuk menjelajahi karir dalam dunia kedokteran. Dalam biografi penemu stetoskop selanjutnya saat Laennec usia 14tahun, ia sudah dipercaya untuk membantu merawat orang saki dan terluka di Hôtel Dieu di Nantes. Dan dalam biografi penemu stetoskop menyebutkan pada usia 18 tahun, Laennec sudah dipercaya untuk melayani pasien di Rumah Sakit Militer di Nantes untuk pasien bedah kelas 3 dan tidak lama kemudian ia dipindahkan ke Hospice de la Fraternité menjadi dokter muda yang bergelut bidang klinis, berpakaian bedah dan memberikan terapi kepada pasien.

Dalam biografi penemu stetoskop menjelaskan bahwa Laennec memulai studi kedokterannya di Nantes dengan naungan dari pamannya dan diangkat sebagai ahli bedah di Hôtel Dieu di Nantes di ulan Juni 1799 pada usianya yang ke-18. Dalam biografi penemu stetoskop menyebutkan bahwa pada tahun 1800, Laennec pergi ke Paris dan masuk ke École Pratique di Paris mempelajari diseksi di Guillaume Dupuytren (1777-1835). Tempat tersebut dilengkapi dengan laboratotium yang memperkenalkan kepada Laennec tentang atologi makroskopik dalam operasi dan konsep penyakit dan perbandingannya dengan kondisi anatomi.

Dalam biografi penemu stetoskop juga menyebutkan bahwa Laennec belajar dengan beberapa guru yang terkenal seperti Gaspard Laurent Bayle (1774-1816), Marie Francois Xavier Bichat (1771-1802), Jean-Jacques Leroux de Tillets (1749-1832) dan Nicolas Corvisart des Marest (1755-1821 ), dan dokter Napoleon.

Dalam biografi penemu stetoskop menjelaskan selama dalam kurn waktu satu tahun masuk sekolah di École Pratique, Laennec memperoleh penghargaan baik dari bidang pengobatan maupun bidang pembedahan di sekolah kedokteran tersebut. Dalam biografi penemu stetoskop juga menyebutkan pada tahun 1802, Laennec yang saat itu masih berstatus mahasiswa telah menerbitkan suatu makalah dan beberapa makalah lain dengan topik yang populer seperti peritonitis, amenore dan penyakit hati. Ia juga menjabat sebagai editot jurnal kedokteran.

Seiring dengan reputasinya yang meningkat, ia juga melakukan penelitian dalam anatomi morbid untuk menambah penghasilannya. Walaupun Laennec menderita penyakit asma, tetapi ia tetap bekerja keras dan mengumumkan klasifikasi lesi anatomi ke dalam jenis jenis encephaloid dan cirrhous. Laennec dalam biografi penemu stetoskop juga menemukan bahwa lesi tuberkulum dapat ada di semua organ tubuh dan identik yang sebelumnya terbatas dengan gangguan paru-paru. Bagaimapun dia menyadari bahwa kondisi tersebut dapat menular. Dalam biografi penemu stetoskop menyebutkan pada tahun 1804 Laennec lulus dalam kedokteran dan pada bulan Juni 1804 ia bergabung dalam asosiasi kedokteran.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • ncbi.nlm.nih.gov




Terima kasih untuk Like/comment FB :