Cara Menggunakan Stetoskop Akustik

Cara menggunakan stetoskop akustik pada umumnya sangat mudah. Hanya disini diperlukan kepekaan pendengaran pemeriksa terhadap mendengarkan bunyi yang di hasilkan dari stetoskop tersebut. Selain itu, pemeriksa juga harus mengetahui bunyi mana yang tergolong ke dalam bunyi normal maupun yang tidak normal. Stetoskop merupakan alat kesehatan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kita sering mendengarkan tentang penggunaan tersebut terutama dalam saat pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan fisik.


Stetoskop animal theme

Stetoskop untuk pemeriksaan kesehatan


Cara Menggunakan Stetoskop Akustik dalam Pemeriksaan Tekanan Darah

Cara menggunakan stetoskop akustik dalam pemeriksaan tekanan darah pada dasarnya sama dengan cara menggunakan stetoskop akustik pada umumnya. Namun, pada saat melakukan pemeriksaan tekanan darah, stetoskop digunakan bersamaan dengan alat lain yaitu spigmomanometer. Seperti yang kita ketahui bahwa pengukuran tekanan darah membutuhkan dua alat yaitu spigmomanometer dan stetoskop. Cara menggunakan stetoskop akustik dalam mengukur tekanan darah adalah sebagai berikut:
  1. Cara menggunakan stetoskop akustik dalam pemeriksaan tekanan darah yang pertama ialah memasang bagian earpiece pada telinga. Pastikan earpiece menutup lubang telinga.
  2. Cara menggunakan stetoskop akustik dalam pemeriksaan tekanan darah yang kedua ialah membuka diafragma stetoskop. Cara membuka diafragma yaitu dengan memutar penghubung tube dengan diafragma lalu ketuk bagian diafragma, apabila terdengar suara berarti diafragma telah terbuka.
  3. Cara menggunakan stetoskop akustik dalam pemeriksaan tekanan darah yang ketiga ialah meletakkan stetoskop dibagian arteri brachialis. Agar stetostop tidak terlepas, pasangkan stetoskop dibawah manset spigmomanometer. Kemudian pompa manset lalu dengarkan sistol dan diastolnya.

Cara Menggunakan Stetoskop Akustik dalam Pemeriksaan Jantung

Organ jantung menjadi bagian terpenting untuk diperiksa. Organ jantung ini dapat diperiksa melalui inpeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi. Untuk pemeriksaan auskultasi jantung dibutuhkan suatu alat untuk melakukannya. Pemeriksaan auskultasi merupakan suatu teknik pemeriksaan dalam mendengarkan bunyi yang dihasilkan organ tersebut. Untuk mendengarkan bunyi tersebut diperlukan alat yang bernama stetoskop agar bunyi atau suara yang dihasilkan organ akan terdengar jelas oleh pemeriksa. Calam menggunakan stetoskop untuk pemeriksaan ini tergolong mudah. Yang terpenting disini, pemeriksa harus mengetahui area di nbagian dada pasien yang dapat menghasilkan bunyi jantung dengan jelas. Ketepatan dalam memilih lokasi untuk melakukan auskultasi akan mempengaruhi bunyi yangg didengar.

Dalam pemeriksaan jantung ini stetoskop digunakan sedemikian rupa agar menghasilkan bunyi yang jelas, sehingga pemeriksa dapat menilai bunyi jantung yang dihasilkan. Cara menggunakan stetoskop dalam melakukan pemeriksaan jantung agar menghasilkan bunyi yang jelas dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Cara menggunakan stetoskop akustik dalam pemeriksaan jantung yang pertama adalah memeriksa stetoskop dan gosok sisi membran dengan tangan.
  2. Cara menggunakan stetoskop akustik dalam pemeriksaan jantung yang kedua adalah menempelkan stetoskop pada sisi membran pada daerah pulmonal, kemudian ke daerah aorta, simak Bunyi jantung terutama Bunyi Jantung 2 (BJ2), catat : sifat, kualitas di banding dengan Bunyi Jantung 1 (BJ1), splitting Bunyi Jantung 2 (BJ2), dan murmur Bunyi Jantung 2 (BJ2).
  3. Cara menggunakan stetoskop akustik dalam pemeriksaan jantung yang ketiga adalah menempelkan stetoskop pada sisi membran pada daerah Tricus, kemudian ke daerah mitral, simak Bunyi jantung terutama Bunyi Jantung 1 (BJ1), catat : sifat, kualitas di banding dengan Bunyi Jantung 2 (BJ2), splitting Bunyi Jantung 1 (BJ1), murmur Bunyi Jantung 1 (BJ1), frekuensi Denyut Jantung (DJ), irama gallop. Bila ada murmur ulangi lagi keempat daerah, catat mana yang paling jelas.
  4. Cara menggunakan stetoskop akustik dalam pemeriksaan jantung yang keempat adalah menggeser stetoskop akustik ke daerah ephigastrik, dan catat adanya bising aorta.
 



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • news-medical.net




Terima kasih untuk Like/comment FB :