Identifikasi Ronki dengan Stetoskop

Identifikasi ronki dengan stetoskop akan terdengar seperti suara yang ribut. Bila memang ada juga menyertai batuk tetapi akan lebih baik melakukan identifikasi ronki dengan stetoskop pada saat bernapas. Ronki merupakan salah satu suara abnormal yang timbul sebagai akibat dari adanya gangguan pada sistem pernapasan. Identifikasi ronki dengan stetoskop pertama kali dilakukan oleh Laennec. Laennec menyebut ronki pada zaman dahulu sebagai rale. Rale adalah nama yang umumnya diberikan kepada suara bisaing yang ribut, dan timbul pada orang yang akan meninggal dunia, akibat udara yang memaksa mencari jlan dengan susah payah melalui sputum yang sudah tidak sanggup lagi dikeluarkan oleh paru-paru.


 Pemeriksaan napas pada bayi

Stetoskop sprague rappaport dengan dua selang

Mengenal dan Melakukan Identifikasi Ronki dengan Stetoskop

Identifikasi ronki dengan stetoskop yang terlebih dahulu dilakukan oleh Laennec, menyatakan bahwa ronki mempunyai ciri seperti suara ribut. Sehingga ronki pada masa itu disebut sebagai rale yang mempunyai arti ribut dalam bahasa Prancis. Identifikasi ronki dengan stetoskop tidak akan pernah di temukan pada jaringan paru-paru yang sehat. Ronki selalu menjadi petunjuk sebagai tanda adanya gangguan dalam paru-paru atau pleura. Suara yang terdahulu doleh Laennec disebut sebagai rale, kini telah di klasifikasikan sebagai ronki basah, ronki kering dan wheezing.

Identifikasi ronki dengan stetoskop terutama untuk jenis ronki basah memiliki ciri seperti suara berderak yang berasal dari bronkus kecil atau alveolus. Suara ini terjadi disebabkan oleh karena membukanya saluran udara secara tiba-tiba, pada daerah paru-paru yang telah disusutkan sampai hanya tersisa volume residu. Suatu analisis gerakan lambat pola suara memperlihatkan bahwa suara berderak yang di dengar terus secara berulang-ulang, dari satu siklus pernapasan ke siklus berikutnya. Selama bertahun-tahun istilah rale leah mengalami modifikasi dengan mendapat tambahan kata keadaan misalnya kering, basah, bersuara tinggi, sonor, mendesis, frepitatik dan atelektatik. Istilah tersebut sukar untuk dipahami oleh orang lain. Sehingga istilah tersebut pada masa sekarang dipersempit lagi agar mempunyai makna yang sama.

Identifikasi ronki dengan stetoskop dilakukan pada bagian dada khususnya pada area yang berhubunngan dengan organ pernapasan. Ronki kering yang terjadi pada pasien timbul dari suara yang berasal dari jalan udara yang lebih besar. Suara tersebut dilukiskan sebagai suara mengorok atau bunyi yang gemerincing dan sering timbul pada permulaan siklus pernapasan. Identifikasi ronki dengan stetoskop seperti ronki kering dapat timbul saat inspirasi, ekspirasi atau keduanya. Batuk dapat membersihkan mukus, cairan atau eksudar yang dapat menyebabkan ronki. Jadi apabila ditemukan ronki kering pada saat ekspirasi, maka perintahkan penderita untuk batuk, kemudian perhatikan apakah suara tersebut menghilang atau tidak. Identifikasi ronki dengan stetoskop seperti ronki kering sering ditemukan pada penderita yang mengalami kerusakan refleks batuk dan adanya ronki kemungkinan merupakan satu-satunya petunjuk adanya tumor bronkus atau benda asing yang menyumbat parsial saluran udara.

Identifikasi ronki dengan stetoskop seperti wheezing mempunyai ciri seperti tiupan atau siulan yang tinggi timbul sebagai akibat adanya penyumbatan parsial saluran udara. Suara tersebut mempunyai kualitas musikal dan terjadi pada waktu inspirasi maupun ekspirasi, tetapi biasanya terdengar lebih keras dan lebih menetap selama ekspirasi karena saluran udara dilalui lebih sempit. Tinggi rendahnya wheezing terutama ditentukan oleh kecepatan linear pancaran udara yang berubah menjadi aliran turbulen dalam saluran udara. Tinggi rendahnya wheezing tidak ada hubungannya dengan ukuran saluran udara, seperti asma atau emfisema pulmonum. Kecuali apabila penderita tersebut diperintahkan untuk mengeluarkan napas kuat.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :

  • Buku Major Diagnosis Fisik




Terima kasih untuk Like/comment FB :