Jenis Stetoskop Akustik Dan Elektronik (Digital)

Jenis stetoskop pada saat ini bervariasi, namun pada umumnya jenis stetoskop yang paling banyak dikenal oleh banyak orang ialah jenis stetoskop akustik dan jenis stetoskop elektronik. Stetoskop merupakan bagian dari alat medis yang digunakan untuk memeriksa suara dalam tubuh. Stetoskop termasuk jenis alat akustik yang berfungsi untuk mendengarkan suara-sura yang dihasilkan oleh organ-organ tubuh misalnya seperti suara detak jantung, suara bising usus, suara pernafasan dan lain sebagainya.

Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, namun kedua jenis stetoskop ini dapat menjalankan peran stetoskop pada umumnya.


 Stethoscope akustik fetal untuk memeriksa janin dalam kandungan

 Stetoskop akustik dengan 2 selang

Stethoscope akustik dual head

Jenis Stetoskop Akustik Dan Elektronik (Digital)

2 jenis stetoskop yang paling banyak dikenal oleh orang-orang ialah jenis stetoskop akustik dan jenis stetoskop elektronik. Stetoskop akustik adalah jenis stetoskop yang paling umum digunakan. Stetoskop ini bekerja dengan menyalurkan suara dari bagian dada, melalui tabung kosong berisi udara ke telinga pendengar. Jenis stethoscope ini digunakan didasarkan pada karya asli Laennec. Bagian-bagian utama pada stethoscope modern adalah sungkup (bell), yang mungkin terbuka atau tertutup oleh membran tipis, dan earpieces. Sedangkan jenis stethoscope elektronik digunakan untuk mengatasi tingkatan suara yang rendah dengan cara memperkuat suara tubuh.

Pada steto akustik terdapat bagian stethoscope yaitu berupa sungkup. Sungkup ini terdiri dari sungkup terbuka atau open bell dan sungkup tertutup atau closed bell. Pada saat sungkup terbuka (open bell) mempunyai fungsi untuk menyesuaikan atau menyamakan impedansi antara kulit dan udara. Cara kerja dari bagian jenis stethoscope akustik ini ialah dengan menghimpun suara dari daerah yang berkontak. Pada bagian kulit pasien yang bersentuhan dengan sungkup terbuka atau open bell ini dapat berfungsi seperti diafragma. Sehingga pada kulit pasien memiliki frekuensi resonan alami yang efektif untuk menghantarkan bunyi seperti bunyi jantung.

Kemudian dalam menghantarkan bunyi, frekuensi resonan ditentukan oleh diameter sungkup dan tekanan sungkup pada kulit. Semakin kencang kulit tertarik, semakin tinggi frekuensi resonan. Semakin besar diameter sungkup, semakin rendah frekuensi resonan kulit. Apabila kita ingin mengubah rentang suara yang dihasilkan, maka dapat dilakukan dengan mengubah ukuran sungkup dan mengubah-ubah tekanan sungkup terbuka terhadap kulit (sehingga ketegangan pada kulit juga berbeda). Namun untuk pemeriksaan pada jantung yang memiliki murmur jantung dengan frekuensi rendah tidak akan terdengar apabila stethoscope terlalu kencang ditekan ke kulit.

Pada bagian steto akustik yaitu sungkup tertutup (closed bell), sebenarnya hanyalah sebuah sungkup yang memiliki diafragma dengan frekuensi resonan tertentu, biasanya tinggi, dan menghambat suara-suara berfrekuensi rendah. Frekuensi resonan yang ada dikendalikan oleh faktor-faktor yang sama dengan faktor yang mengatur frekuensi sungkup terbuka yang ditekankan ke kulit. Pada jenis stetoskop akustik di bagian sungkup tertutup mempunyai peran utama dalam mendengarkan bunyi paru yang frekuensinya lebih tinggi daripada bunyi jantung.

Sedangkan cara kerja pada stetoskop elektronik dilakukan dengan mengatasi tingkatan suara yang rendah dengan cara memperkuat suara tubuh. Pada saat sekarang ini, telah banyak perusahaan yang memproduksi dan menawarkan stetoskop elektronik, hingga mungkin pada akhirnya nanti jenis stetoskop elektronik akan menjadi lebih umum untuk digunakan daripada steto akustik.

Kedua jenis stetoskop baik akustik maupun elektronik pada umumnya digunakan sebagai alat untuk mendiagnosa penyakit tertentu. Keduanya memiliki kesamaan dalam menyalurkan suara tertentu dan menghilangkan suara yang lain. Keduanya mempunyai banyak fungsi dan menjadi alat yang sangat berguna untuk memeriksa tekanan darah, mendengar bunyi paru-paru, mendengar bunyi jantung, pemeriksaan prenatal, pemeriksaan pada bagian perut dan lain sebagainya.





Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • news-medical.net




Terima kasih untuk Like/comment FB :