Prinsip Kerja Stetoskop Monoaural dan Binaural

Prinsip kerja stetoskop pada umumnya sama, setiap jenis stetoskop menunjukkan prinsip kerja stetoskop yang sama. Prinsip kerja stetoskop yang utama yaitu dilakukan dengan menyesuaikan atau menyamakan impedansi antara kulit dan udara. Stetoskop yang digunakan saat ini mengacu pada prinsip kerja stetoskop yang merupakan hasil karya asli dari Laennec. Pada saat itu, Laennec membuat stetoskop yang terdiri dari 2 bagian utama yaitu bagian sungkup atau bell dan earpieces.

Sungkup atau bell memiliki fungsi untuk menghimpun suara dari daerah yang akan diperiksa seperti pada daerah dada. Pada kulit pasien yang bersentuhan dengan sungkup terbuka akan berfungsi seperti diafragma. Kulit pasien memiliki frekuensi resonan alami yang efektif dalam menghantarkan bunyi jantung. Sungkup bisa ditempatkan dalam posisi terbuka ataupun tertutup oleh bantuan suatu membran. Itulah prinsip kerja stetoskop pada bagian sungkup dan earpieces stetoskop pada umumnya di semua jenis stetoskop.



Stetoskop monoaural / lynex kayu

 Stetoskop sprague dengan 2 selang 

Stetoskop binaural animal theme

Prinsip Kerja Stetoskop Binaural

Prinsip kerja stetoskop binaural pada dasarnya sama dengan prinsip kerja stetoskop pada umumnya. Pada stetoskop binaural terdiri dari beberapa bagian seperti sunkup, selang dan earpieces. Prinsip kerja stetoskop binaural pada bagian sungkup khusunya pada sungkup dengan keadaan terbuka (open bell) maka akan berfungsi untuk menyesuaikan impedansi anatara kulit dan udara. Kulit pada manusia memiliki frekuensi resonansi yang alamai dan efektif untuk menghantarkan bunyi jantung melalui settoskop pada telinga pendengar. Pada saat kulit pasien bersentuhan langsung dengan sungkup pada posisi terbuka maka akan bertindak seperti diafragma, frekuensi resonansi ini juga ditentukan oleh diameter dari sungkup dan tekanan sungkup pada kulit. Apabila kulit tertarik atau semakin kecil diameter sungkup maka frekuensi resonansinya akan semakin tinggi.

Prinsip kerja stetoskop binaural selanjutnya yaitu pada bagian sungkup atau mangkuk pada posisi tertutup (closed bell). Pada keadaan ini sebuah sungkup memiliki diafragma dengan frekuensi resonansi tertentu. Frekuensi yang dihasilkan biasanya tinggi sehingga mampu menyingkirkan atau menapis suara-suara dengan frekuensi rendah. Frekuensi resonansinya juga ditentukan oleh faktor-faktor yang sama dengan faktor yang mengatur frekuensi sungkup terbuka. Prinsip kerja stetoskop binaural pada bagian sungkup tertutup digunakan khususnya untuk mendengarkan bunyi paru –paru yang memiiki frekuensi lebih tinggi dari pada frekuensi bunyi jantung.

Prinsip kerja stetoskop binaural pada bagian selang berperan dalam menghantarkan gelombang suara dari sungkup pada earpieces, tetapi perhitungan yang dilakukan tidak sederhana. Suara itu sendiri termasuk ke dalam kategori gelombang mekanik. Gelombang bunyi yang dihasilkan akan cenderung menyebar ke segala arah. Sehingga dalam perhitungan bunyi ini tidak hanya menyangkut energi, melainkan menyangkut intensitas, yaitu energi yang menyebar pada semua bidang dalam suatu waktu. Dalam prinsip kerja stetoskop binaural, apabila diameter selang terlalu besar, maka volume udara yang dipindahkan menjadi terlalu banyak. Untuk frekuensi diatas 100 Hz efisiensinya akan berkurang seiring dengan panjangnya selang.

Prinsip kerja stetoskop binaural selanjutnya pada bagian earpieces. Earpieces stetoskop harus terpasang tepat pada telinga karena kebocoran udara dapat mengurangi suara yang terdengar melalui stetoskop. Semakin rendah frekuensi suara tentunya akan semakin bermakna kebocoran tersebut. Itulah prinsip kerja stetoskop secara umum pada jenis stetoskop binaural. Setiap bagian dari stetoskop binaural ini memiliki prinsip kerja stetoskop yang umum dengan jenis stetoskop lainnya. Yang pada dasarnya sama-sama menghantarkan bunyi untuk sampai pada telinga pendengar atau pengguna stetoskop.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :

  • slideshare.net




Terima kasih untuk Like/comment FB :