SOP Penggunaan Stetoskop / Cara Menggunakan Stetoscope

SOP penggunaan stetoskop merupakan standar operasional prosedur dalam menggunakan stetoskop. SOP penggunaan stetoskop ini dibuat agar dalam melakukan pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop dapat menghasilkan suara yang jelas dan tidak terjadi kesalahan dalam mengidentifikasi suara tubuh. SOP penggunaan stetoskop dibuat bergantung pada jenis stetoskopnya. SOP penggunaan stetoskop akustik akan berbeda dengan SOP penggunaan stetoskop elektronik.



Stetoskop dual head
Stetoskop untuk pemeriksaan pasien

SOP Penggunaan Stetoskop Akustik

SOP penggunaan stetoskop akustik dapat terbilang mudah dibandingkan dengan stetoskop sebelumnya. SOP penggunaan stetoskop akustik meliputi urutan atau langkah-langkah sebagai berikut :
  1. SOP penggunaan stetoskop akustik yang pertama diawali dengan mempersiapkan klien, mengatur posisi klien pada posisi yang nyaman.
  2. Membuka bagian baju yang menutupi dada klien apabila akan melakukan pemeriksaan di sekitar dada klien. Kemudian menutup bagian yang tidak diperiksa dengan menggunakan selimut, serta menutup jendela dan sampiran guna menjaga privasi dari klien.
  3. SOP penggunaan stetoskop akustik selanjutnya memasuki langkah memasang stetoskop pada bagian telinga pemeriksa. Pada saat memasang stetoskop akustik pada telinga, pemeriksa harus menempatkan stetoskop pada telinga senyaman mungkin. Setiap stetoskop telah dirancang untuk dikenakan pada sudut yang benar dan sesuai dengan anatomis lubang telinga. Cara memasukannya ialah dengan meregangkan kedua eartip dan mengarahkan ke telinga, lalu masukkan ke lubang telinga. Biasanya pada tenaga medis yang menggunakan kerudung akan sedikit sulit dalam memasukkan eartip ini dari luar karena terhalang oleh ciput kerudung sehingga eartip terlalu menekan telinga dan membuat tidak nyaman. Kemudian rambut-rambut kecil juga kemungkinan bisa keluar dan terlihat. Untuk mengatasinya agar tidak mengurangi performa stetoskop akustik, pada pemeriksa yang menggunakan kerudung dapat menggunakan eartip dengan cara memasukan eartip dari dalam kerudung dengan posisi yang benar yaitu eratip mengarah ke depan.
  4. SOP penggunaan stetoskop akustik yang selanjutnya ialah meletakkan stetoskop diatas kulit pada area interkostal. Area interkostal merupakan area diantara tulang iga.
  5. Menginstruksikan kepada pasien untuk bernapas secara perlahan deng mulut sedikit tertutup.
  6. Mendengarkan inspirasi dan ekspirasi dari bunyi napas. Inspirasi merupakan peristiwa saat udara masuk kedalam paru-paru. Sedangkan ekspirasi merupakan peristiwa saat udara keluar dari paru-paru. Pada saat mendengarkan bunyi napas ini menjadi SOP penggunaan stetoskop yang terpenting karena selain mendengarkan, pemeriksa juga mengidentifikasi jenis suara yang didengar tersebut apakah mengarah pada suatu penyakit atau bukan.
  7. SOP penggunaan stetoskop yang terakhir ialah mencatat hasil auskultasi. Hasil auskultasi ini dicatat dan ditafsirkan untuk mendiagnosis penyakit dari pasien tersebut.
Jika akan melakukan pemeriksaan pada pernapasan di trakea maka letakkan stetoskop akustik tepat pada leher di bagian trakea pasien. hal ini dilakukan dengan cara meletakkan stetoskop di leher dengan kedua tangan memegang ujung stetoskop kemudian stetoskop dilingkarkan pada leher. Jika akan melakukan pemeriksaan suara pembuluh darah maka membaran stetoskop dapat diletakkan pada bagian tangan yang lurus dengan ibu jari. Itulah SOP penggunaan stetoskop akustik pada tempat tertentu.

Pada SOP penggunaan stetoskop akustik, memasukkan eartip mungkin akan menjadi langkah yang lebih sulit dibandingkan dengan langkah yang lainnya. Memasukkan eartip stetoskop harus ke depan tepat menutupi lubang stetoskop. Apabila eartip mengarah ke belakang maka suara yang terdenar melalui stetoskop akan terdengar tidak jelas atau bahkan tidak terdengar sama sekali. Hal ini pastinya akan menghambat pemeriksaan bahkan lebih buruknya lagi akan terjadi kesalahan dalam mendiagnosis pasien.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :

  • slideshare.net




Terima kasih untuk Like/comment FB :