Stetoskop dan Infeksi Silang / Cross Infection

Stetoskop dan infeksi silang menjadi salah satu perhatian dunia kedokteran. Pasalnya perkiraan sebelumnya bahwa yang mengira bahwa infeksi silang lebih banyak di tularkan oleh tangan pemeriksa dibandingkan dengan stetoskop itu merupakan perkiraan yang tidak tepat. Stetoskop dan infeksi silah menjadi hal yang tak dapat di pisahkan. Seperti yang kita ketahui bahwa sebenarnya medium tangan merupakan faktor utama dalam terjadinya infeksi silang. Pernyataan ini juga berlaku di rumah sakit dimana para pekerjanya menerapkan standar ketat dalam mencegah terjadinya infeksi silang atau infeksi nosokomial.

Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Ternyata bakteri pada stetoskop lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan tangan para pengguna stetoskop tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa stetoskop dan infeksi silang menjadi hal yang sulit untuk dipisahkan.



 Pemeriksaan menggunakan stetoskop beresiko infeksi silang

Stetoskop akustik merk Sphygmed


Dalam sebuah laporan pada jurnal medis Mayo Clinic Proceedings edisi Maret 2014, ketua tim investigasi Didier Pittet menyatakan bahwa stetoskop merupakan alat yang sering digunakan dokter dan petugas kesehatan sepanjang hari. Stetoskop bersentuhan langsung dengan kulit pasien dan menjadi kediaman ribuan bakteri dari proses pemeriksaan sebelumnya. Sehingga stetoskop dan infeksi silang yang terjadi sebagian besar dapat terjadi pada pasien yang telah diperiksa dengan menggunakan stetoskop tersebut.

Hubungan antara Stetoskop dan Infeksi Silang

Hubungan antara stetoskop dan infeksi silang terletak pada kejadian penyebaran infeksi silang melalui stetoskop. Berbagai jenis bakteri yang ada pada stetoskop. Bakteri yang paling banyak terdapat pada stetoskop ialah Staphylococcus aureus yang keba terhadap meticilin (MRSA), antibiotik dari kelas penicillin. Bakteri ini merupakan penyebab infeksi yang sulit ditangani. Bakteri MRSA merupakan masalah utama di rumah sakit, penjara, dan panti jompo. Pasien dengan luka terbuka dan kekebalan tubuh yang rendah lebih rentan terkena infeksi.

Hubungan antara stetoskop dan infeksi silang juga tidak lepas dari kegunaan stetoskop dalam pemeriksaan pasien. Penggunaan stetoskop yang sama pada beberapa pasien dengan penyakit yang berbeda memicu terjadinya kejadian infeksi silang yang lebih besar. Pasalnya stetoskop yang digunakan bersama-sama digunakan tanpa di bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan pada pasien yang berbeda. Apabila dilihat dari perspektif penanganan infeksi dan keselamatan pasien, seharusnya stetoskop dapat menjari perpanjangan tangan para dokter dan petugas kesehatan. Bukan menjadi penyebar bakteri atau penyakit. Seharusnya pula stetoskop sebelum digunakan pada pasien terlebih dahulu harus dibersihkan.

Dalam sebuah penelitian yang meneliti stetoskop dan infeksi silang, melakukan percobaan pada 71 orang responden. Responden yang di pilih merupakan pasien di suatu rumah sakit. Mereka diperiksa oleh dokter dengan menggunakan sarung tangan dan stetoskop steril. Setelah pemeriksaan dilakukan, bagian dari stetoskop yaitu selang dan membran stetoskop di teliti untuk mengetahui keberadaan jumlah bakteri. Peneliti juga memeriksa beberapa bagian dari tangan dokter.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa membran stetoskop lebih banyak terkontaminasi oleh bakteri dibandingkan dengan seluruh bagian tangan dokter, kecuali ujung jari. Ujung jari tangan merupakan bagian yang paling banyak bakteri dibandingkan dengan bagian tangan lainnya. Pada bagian selang stetoskop bahkan lebih kotor dari pada punggung tangan dokter yang memeriksa pasien tersebut. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hubungan stetoskop dan infeksi silang terletak pada stetoskop sebagai fasilitator atau media dalam melakukan infeksi silang. Untuk itu dalam penelitian selanjutnya perlu dikaji mengenai stetoskop dan infeksi silang beserta penanganannya.



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • ncbi.nlm.nih.gov




Terima kasih untuk Like/comment FB :