Stetoskop Elektronik Atau Stetoskop Digital

Stetoskop elektronik tergolong ke dalam stetoskop yang modern. Terlebih lagi stetoskop elektronik ini dapat mengatasi tingkatan suara yang rendah dengan cara memperkuat suara tubuh. Stetoskop elektronik ini memiliki harga yang tergolong mahal dibandingkan dengan stetoskop akustik yang saat ini lebih populer dibandingkan dengan stetoskop elektronik. Namun kemungkinan dalam beberapa tahun lagi stetoskop elektronik akan mendominasi dan lebih umum dari stetoskop akustik.

Jenis stetoskop elektronik masih sangat jarang diproduksi dibandingkan dengan stetoskop akustik. Hal inilah yang membuat stetoskop tersebut memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan stetoskop akustik.



Stetoskop akustik moderen 


Stetoskop elektronik moderen


Jenis stetoskop elektronik ini dibuat menjadi stetoskop dua sisi. Penemuan ini diciptakan oleh Rapport dan Sprague pada awal abad ke-20. Penciptaan stetoskop elektronik ini dilatar belakangi oleh adanya masalah pada stetoskop akustik. Stetoskop akustik memiliki tingkatan suara yang sangat rendah sehingga dapat membuat diagnosis menjadi lebih sulit.

Seperti yang kita ketahui, pada umumnya stetoskop digunakan sebagai alat bantu dalam menentukan diagnosis suatu penyakit terutama penyakit yang dapat di diagnosis dari bunyi atau suara yang di hasilkan oleh suatu organ tubuh manusia. Stetoskop bekrja dengan cara menyalurkan suara tertentu dan menghilangkan suara yang lain. Selain itu stetoskop juga menjadi lambang atau simbol profesi seorang dokter, karena pada saat itu yang sering menggunakan stetoskop ialah dokter. Para pasien sering melihat dokter dengan sebuah stetoskop yang tergantung di sekitar lehernya. Dan hingga saat ini para dokter masih menggunakan stetoskop tersebut dengan menggantungnya pada leher dengan jenis stetoskop yang berbeda seperti stetoskop akustik atau stetoskop elektonik.

Perbedaan Stetoskop Elektronik dan Stetoskop Akustik

Pada dasarnya cara kerja stetoskop elektronik dengan stetoskop akustik itu sama. Perbedaan stetoskop elektronik dan stetoskop akustik terletak pada bagian-bagian dari stetoskop. Pada stetoskop akustik terdiri dari beberapa bagian seperti bell atau diafragma atau chestpiece, tubing atau selang dan earpiece. Stetoskop akustik beroperasi dengan cara menyalurkan suara dari bagian dada melalui tabung kosong berisi udara ke telinga pendengar. Pada bagian chestpiece dari stetoskop akustik terdiri dari dua sisi yang dapat diletakkan di badan pasien yang digunakan untuk memperjelas suara. Sisi dari chestpiece tersebut terdiri dari diafragma dan bell. Difragma memiliki bentuk seperti disk plastik sedangkan bell memiliki bentuk seperti mangkok kosong.

Apabila diafragma diletakkan bersentuhan dengan kuli pasein, maka suara yang ada dalam tubuh akan menggetarkan diafragma serta menciptakan gelombang akustik yang berjalan sampai ke tube kemudian ke telinga pendengar. Dan apabila bell diletakkan di kulit tubuh pasien dan menggetarkan kulit maka secara langsung dapat memproduksi gelombang tekanan akustik yang berjalan ke telinga pendengar. Bagian bell pada stetoskop akustik menyalurkan suara berfrekuensi rendah sedangkan diafragmanya menyalurkan suara berfrekuensi lebih tinggi.

Sedangkan pada stetoskop elektronik terdiri dari beberapa bagian diantaranya earpieces, selang atau tube dan chestpiece. Pada chestpiece stetoskop elektronik dilengkapi dengan suatu sensor elektronik yang dapat juga dihubungkan dengan PC. Stetoskop elektronik dapat mengatasi tingkatan suara yng rendah dengan cara memperkuat suara yang dihasilkan oleh tubuh. Pada bagian chestpiece inilah yang mendominasi perbedaan antara stetoskop elektronik dengan akustik.

Karena pada stetoskop elektronik ditambahkan dengan suatu sensor yang dapat mendeteksi bunyi tubuh agar terdengar lebih jelas. Selain itu pada masa sekarang telah diciptakan stetoskop elektronik yang dihubungkan dengan layar komputer, sehingga pemeriksa dapat menganalisis langsung suara berdasarkan suara yang di dengar dan jenis gelombang suara yang diperlihatkan melalui monitor.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :

  • slideshare.net




Terima kasih untuk Like/comment FB :