Stetoskop Kardiologi Untuk Pemeriksaan Jantung

Stetoskop kardiologi disebut juga dengan stetoskop jantung. Stetoskop kardiologi ini khusus dirancang untuk mendengarkan bunyi dari detak jantung. Jantung dapat menghasilkan bunyi selama denyutnya, suara dapat terdengar bila telinga diletakkan pada dinding dada atau dengan bantuan stetoskop khususnya stetoskop kardiologi. Bunyi jantung yang dapat di dengar diantaranya ialah bunyi jantung I, bunyi jantung II, bunyi jantung III dan bunyi jantung IV.

Stetoskop kardiologi dalam pemeriksaan jantung digunakan pada tahapan auskultasi. Dengan menggunakan stetoskop kardiologi suara dari detak jantung yang di dengar akan terdengar lebih jelas dibandingkan dengan menggunakan stetoskop biasa. Auskultasi bunyi jantung ini merupakan bagian terpenting saat melakukan pemeriksaan fisik.



Stetoskop kardiologi merk ABN

Stetoskop Kardiologi dalam Pemeriksaan Jantung

Pada sejarahnya, salah satu pengamatan bunyi jantung pertama kali dicatat adalah hasil pengamatan Willam Harvey. Ia mengatakan bahwa bunyi jantung itu seperti kuda sedang minum, air mengalir ke dalam lambung pada setiap tegukan yang dilakukannya, pergerakan tersebut menimbulkan bunyi yang mudah kita dengarkan, sedangkan denyut yang terjadi dapat kita dengar dan rasakan. Demikian juga halnya dengan setiap pergerakan jantung, pada saat sebagian darah dipindahkan dari vena ke arteri, denyut yang timbul dapat di dengar di dada. Pada waktu itu, mendengarkan denyut jantung tidak menggunakan stetoskop kardiologi. Mendengarkan denyut jantung di dengarkan dengan cara menempelkan telinga pemeriksa pada dada pasien. namun, pengamatan Harvey tersebut tidak dapat diterima langsung oleh masyarakat.

Bunyi jantung yang dapat di dengarkan melalui stetoskop kardiologi. Apabila di dengarkan dengan menggunakan stetoskop kardiologi, bunyi jantung I akan terdengar sepertisuara lembut “lub”. Bunyi jantung I ini dihasilkan oleh tegangan mendadak katup mitralis dan trikuspidalis pada permulaan sistole ventrikel. Splitting bunyi I menjadi dua diakibatkan oleh penutupan kedua katup yang tidak bersamaan akibat salah satu ventrikel berkontraksi sesaat setelah ventrikel lain.

Bunyi jantung II dapat didengarkan melalui stetoskop kardiologi seperti suara ‘dub’. Bunyi ini dihasilkan oleh getaran yang disebabkan oleh penutupan katup aorta dan pulmonalis. Splitting bunyi jantung II menjadi dua terjadi selama inspirasi adalah normal dan paling baik terdengar pada orang usia muda. Hal ini diakibatkan oleh sedikit keterlambatan penutuoan katup pulmonalis karena aliran darah ke dalam ventrikel kiri.

Suara lain yang dapat terdengar melalui stetoskop kardiologi adalah bunyi jantung III. Bunyi jantung III adalah suara rendah yang lembut yang terdengar setelah bunyi jantung II pada sebagian besar anak-anak dan beberapa dewasa muda. Akibat pengencangan mendadak daun katup mitralis. Selain bunyi jantung III, bunyi jantung IV dapat di dengarkan melalui stetoskop kardiologi. Bunyi jantung ini adalah suara rendah yang lembut yang mendahului bunyi jantung I dan terdengar ketika salah satu atrium berkontraksi lebih kuat dibandingkan dengan yang lainnya. Diafragma stetoskop kardiologi dapat digunakan untuk mendengarkan suara berfrekuensi tinggi. Sedangkan Genta digunakan untuk mendengarkan suara berfrekuensi rendah.

Bunyi jantung I sampai dengan IV yang digambarkan diatas merupakan bunyi jantung normal yang dapat di dengarkan melalui stetoskop kardiologi. Sedangkan bunyi jantung yang tidak normal yang dapat di dengarkan melalui stetoskop kardiologi ialah bunyi jantung selain bunyi jantung I sampai IV tersebut. Misalnya saja bunyi murmur. Murmur merupakan bising keras yang terdengar ketika terjadi turbulensi darah ketika mengalir ke jantung. Aliran darah normal tidak akan terdengar. Penyebab murmur jantung ini diantaranya ialah kebocoran darah balik melalui defek katup obstruksi aliran darah oleh katup yang kaku dan mengalami deformitas, lesi jantung kongenital, dan curah jantung tinggi.



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • Buku Fisiologi dan Anatomi Modern




Terima kasih untuk Like/comment FB :