Stetoskop sebagai Simbol Dunia Kedokteran

Dari zaman terdahulu, stetoskop sering digunakan sebagai alat pemeriksaan. Selain digunakan sebagai alat pemeriksaan, stetoskop juga sering digunakan sebagai suatu simbol. Stetoskop sebagai simbol pada masa itu lebih dikaitkan dengan simbol yang berhubungan dengan kesehatan. Selama berabad-abad kekuasaan seorang dokter telah disimbolkan dengan berbagai simbol. Pada zaman yunani kuno stetoskop menjadi lambang kedokteran, kemudian staf dokter dan petugas kesehatan lainnya. Pada abad ke 19 stetoskop sebagai simbol diganti menjadi jas putih. Namun simbol jas putih di protes oleh petugas lainnya yang bergelut dalam dunia kesehatan. Pada saat ini terdapat petugas administrasi rumah sakit yang memamakai jas putih saat memberikan pelayanan dan menjadikannya sebagai simbol.



 Stetoskop sebagai simbol dunia kedokteran

Stetoskop akustik moderen dual head

Stetoskop sebagai Simbol Dunia Kedokteran

Stetoskop sebagai simbol dunia kedokteran telah diakui dari zaman terdahulu hingga saat ini. Para dokter bedah juga mengakui bahwa stetoskop sebagai simbol dunia kedokteran sejak dahulu. Namun dikarenakan pada zaman terdahulu kurang memahami penggunaan stetoskop, maka stetoskop pada saat itu hanya digunakan untuk pemeriksaan saja belum dijadikan sebagai simbil dunia kedokteran. Stetoskop pada masa terdahulu masih digunakan dengan digantungkan pada leher dokter.

Pada masa terdahulu stetoskop sebagai simbol dunia kedokteran dipercaya dapat memberikan kepercayaan diri pada penggunanya. Sehingga pada masa itu banyak yang menggunakan stetoskop untuk menambah keparcayaan dirinya. Stetoskop pada masa itu tidak hanya digunakan oleh para dokter saja, melainkan petugas lain yang berada di rumah sakit tersebut. Petugas lain selain dokter mungkin tidak akan memahami cara menggunakan stetoskop tersebut, mereka hanya menggunakan stetoskop sebagai simbol untuk menambah kepercayaan diri mereka. Petugas non medis pada masa dulu hanya menggunakan stetoskop sebagai simbol untuk menambah kepercayaan diri mereka dengan cara menempatkan stetoskop tersebut pada leher mereka.

Stetoskop sebagai simbol dunia kedokteran tidak hanya digunakan oleh dokter saja. Melainkan petugas para medis lain juga sering menggunakan stetoskop. Terdapat sebuah pendapat mengenai stetoskop sebagai simbol kedokteran. Ternyata tidak hanya dokter dan para medis saja yang seringkali menempatkan stetoskop pada posisi menggantung di leher. Mahasiswa kedokteran dan kesehatan juga sering menempatkan stetoskop tersebut di lehernya. Sering kali mahasiswa tersebut belum terlalu paham akan penggunaan stetoskop. Mereka hanya memakai stetoskop sebagai simbol tanpa menggunakannya untuk pemeriksaan. Artinya disini stetoskop mungkin hanya berperan sebagai aksesoris saja tanpa digunakan dalam kesehariannya.

Stetoskop sebagai simbol dunia kedokteran ditempatkan pada leher dengan berbagai posisi. Pada zaman terdahulu stetoskop sebagai simbol dunia kedokteran di tempatkan pada posisi T atau posisi tradisional. Posisi ini digambarkan dengan kedua eartip menggantung pada leher pemeriksa atau pengguna. Namun alangkah lebih baiknya apabila posisi ini diganti namanya dengan posisi U atau User position (posisi pengguna). Karena pada posisi tersebut mengibaratkan bahwa stetoskop akan siap untuk digunakan.

Selain itu, penempatan posisi stetoskop sebagai simbol juga sering ditempatkan pada posisi C. Posisi C digambarkan dengan selang atau tube dari stetoskop yang dikaitkan kepada leher pengguna. Namun alangkah baiknya bila posisi ini diganti nama dnegan posisi U2 atau Usurper’s position (posisi perampas). Untuk posisi SP atau surgical position (posisi bedah) juga masih terlihat sering digunakan. Khususnya digunakan oleh para dokter bedah pada masa terdahulu. Dokter bedah terdahulu merupakan golongan dokter yang pertama kali mengklain stetoskop sebagai simbol dunia kedokteran.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • ncbi.nlm.nih.gov




Terima kasih untuk Like/comment FB :