Suara Napas Abnormal dengan Stetoskop

Suara napas abnormal dengan stetoskop yang terdengar menandakan adanya suatu gangguan yang terjadi pada bagian tubuh yang diperiksa. Biasanya gangguan ini bersifat satu kesatuan dari suatu sistem yang ada di dalam tubuh. Misalnya pada suara napas yang abnormal akan teridentifikasi gangguan pada sistem pernapasan. Pada sistem pernapasan yang normal, tidaka akan menghasilkan suara atau bunyi bising apabila di dengarkan dengan menggunakan stetoskop.

Suara napas abnormal dengan stetsokop dapat diidentifikasi asalkan pendengar atau pengguna stetoskop telah mengenal macam-macam suara yang tergolong ke dalam suara napas yang abnormal. Suara napas abnormal dengan stetoskop yang dapat diidentifikasi seperti friction rub pleura. Friction rub pleura merupakan suara napas abnormal dengan stetoskop yang di temukan pertama kali oleh Hipocrates. Hipocrates menemukan suara tersebut pada pasien dengan penyakit penumonia. Namun hanya sedikit yang dapat di gambarkan oleh Hipocrates mengenai suara friction rub ini. Hipocrates hanya menggambarkan bahwa suara friction rub ini dapat kera atau halus, jauh atau dekat, dan mempunyai suara yang tinggi atau rendah.


 Pemeriksaan suara napas dengan stetoskop

Stetoskop ABN Majestic

Identifikasi Suara Napas Abnormal dengan Stetoskop

Suara napas abnormal dengan stetoskop seperti friction rub ini dapat terjadi pada pasein penumonia yang diibaratkan dengan paru-paru membeku pada tulang iga dan bergerit seperti sabuk kulit. Pada keadaan normal, permukaan pleura halus dan basah dan tidak akan ada suara yang timbul ketika pleura viseralis bergesekan dengan pleura parietalis selama pernapasan. Namun, apabila permukaan pada pleura menjadi kasar oleh peradangan atau proses neoplastik, maka yang terjadi akan terbentuk suara pada saat pergerakan pernapasan.

Intensitas suara yang dihasilkan akan berbeda-beda sesuai dengan jenis dan derajat perubahan yang terjadi. Suara yang timbul biasanya akan kasar dan tajam, apabila permukaan pleura terserang sedikit atau moderat. Pergerakan pleura viseralis pada pluera parietalis paling besar pada basis lateral dan posterior paru-paru, dan ke atas secara berangsur-angsur pergerakan tersebut berkurang, sehingga pada apeks paru-paru hanya terdapat sedikir, atau sama sekali tidak ada pergerakan.

Suara napas abnormal dengan stetoskop seperti friction rub pleura paling baik di dengar pada basis paru-paru, dan pada batas bawah garis aksilaris; suara tersebut tidak begitu nyata pada bagian atas paru-paru dan jarang terdengar pada apeks paru-paru. Suara napas abnormal dengan stetoskop seperti friction rub pleura intensitasnya sangat berbeda-beda, berkisar dari suara bising berderak, yang kedengarannya dekat dengan telinga pendengar, sampai suara gesekan atau klik yang perlahan hampir tidak terdengar sama sekali. Adanya cairan dalam rongga pleura dapat mengubah atau menghilangkan suara gesekan pleura. Pada suara napas abnormal dengan stetoskop seperti penderita infark paru, dapat terjadi suara gesejan pleura yang berlangsung singkat, kemudian suara tersebut menghilang, karena diikuti timbulnya efusi pleura.

Suara napas abnormal dengan stetoskop seperti friction rub dapat di dengar selama inspirasi dan ekspirasi. Kadang-kadang, suara napas abnormal dengan stetoskop seperti friction rub ini hanya terdengar selama ekspirasi saja. Biasanya suara tersebut berbeda-beda intensitasnya. Menghilang sebentar kemudian muncul kembali dengan intensitas yang lebih besar. Jelas suara bising tersebut akan menghilang apabila penderita menahan napas. Sebagai akibat perubahan jaringan yang menghasilkan friction rub, sering pergerakan akan menyebabkan timbulnya perasaan nyeri yang sangat hebat, dan penderita tidak akan menggerakkan bagian dada yang terkena untuk menghindari perasaan tidak enak.





Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :

  • Buku Major Diagnosis Fisik




Terima kasih untuk Like/comment FB :