Teori Dasar Stetoskop (Asal, Sejarah, Penemu, Kegunaan)

Teori dasar stetoskop yang perlu diketahui kita diantaranya ialah mengenai pengertian tentang stetoskop, asal kata stetoskop, sejarah stetoskop, penemu stetoskop, kegunaan stetoskop dan lain sebagainya. Teori dasar stetoskop yang pertama yang perlu kita ketahui adalah mengenai asal usul dari stetoskop itu sendiri. Secara bahasa stetoskop berasal dari bahasa Yunani. Teori dasar stetoskop berdasarkan asal kata dari stetoskop itu sendiri terdiri dari dua kata yaitu stethos yang mengandung arti sebagai dada, dan skopeein yang mengandung arti sebagai memeriksa.

Teori dasar stetoskop yang berkaitan dengan arti stetoskop menjelaskan bahwa stetoskop ialah suatu alat medis akustik yang digunakan untuk memeriksa suara yang berasala dari tubuh. Paling banyak stetoskop ini digunakan untuk mendengarkan bunyi jantung dan pernapasan. Kadang kala stetoskop juga digunakan untuk mendengar gangguan yang menimbulkan suara seperti gangguan yang terjadi pada saluran pencernaaan, pemeriksaan prenatal atau pemeriksaan kehamilan, dan aliran darah dalam arteri dan vena.


 Stetoskop sebagai identitas ahli kesehatan

Stetoskop sprague rappaport dengan dua selang


Teori dasar stetoskop yang perlu diketahui selanjutnya ialah mengenai kegunaan dari alat stetoskop tersebut. Kegunaan stetoskop pada umumnya digunakan dalam mendengar suara atau bunyi yang di hasilkan oleh organ tubuh. Kemudian pengguna stetoskop atau petugas kesehatan yang menggunakan stetoskop mengidentifikasi kelainan apa yang sedang terjadi pada pasien. biasanya masalah atau gangguan yang terjadi diantaranya ialah paru-paru, jantung, gangguan sistem pencernaan, dan prenatal pada ibu hamil.

Teori Dasar Stetoskop yang Berhubungan dengan Prosedur Penggunaan Stetoskop

Teori dasar stetoskop yang selanjutnya berkenaan dengan prosedur atau cara menggunakan stetoskop. Cara menggunakan stetoskop sebenarnya cukup mudah. Namun dalam menggunakan stetoskop diperlukan kepekaan pendengaran dari pengguna stetoskop dalam mengidentifikasi suara atau bunyi yang terdengar dari stetoskop tersebut.

Teori dasar stetoskop yang berhubungan dengan prosedur penggunaan stetoskop ini wajib diketahui oleh para pengguna stetoskop sebelum akan melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Teori dasar stetoskop yang berhubungan dnegan prosedur penggunaan stetoskop wajib diketahui karena berkenaan dengan kualitas bunyi atau suara yang akan di dengarkan melalui stetoskop. Apabila prosedur ini dapat dilakukan oleh pengguna stetoskop dengan baik maka sura atau bunyi yang dihasilkan akan terdengar jelas oleh pengguna stetoskop sehingga pengguna stetoskop tersebut tidak menafsirkan bunyi atau suara yang salah. Kesalahan penafsiran terhadap bunyi atau suara yang dihasilkan melalui stetoskop dapat mengakibatkan kesalahan dalam mendiagnosa pasien.

Teori dasar stetoskop yang berhubungan dengan prosedur dalam menggunakan stetoskop meliputi hal-hal sebagai berikut :
  1. Teori dasar stetoskop yang dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop, posisikan pasien dalam posisi yang nyaman. Posisi pasien dapat sambil tidur terlentang atau sambil duduk. Pada pasien yang mengeluh sesak napas sebaiknya pasien diperiksa dalam posisi setengah duduk.
  2. Identifikasi area atau titik yang akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop. Misalnya pada area dada pasien.
  3. Buka pakaian atas pasien yang menutupi dada pasien.
  4. Teori dasar stetoskop yang selanjutnya memasang stetoskop pemeriksa pada kedua telinga pemeriksa. Pastikan saluran yang menghubungkan diafragma tidak tertutup. Pastikan diafragma atau bell menghasilkan bunyi saat bell atau diafragma diusapkan pada telapak tangan.
  5. Gunakan diafragma untuk mengidentifikasi bunyi yang dihasilkan pada titik yang diperiksa (untuk pasien orang dewasa). Atau gunakan bell untuk mengidentifiksi bunyi yang dihasilkan pada titik yang diperiksa (untuk pasien anak-anak).
  6. Letakkan stetoskop pada titik atau daerah dada yang diperiksa, lalu instruksikan pasien untuk bernafas perlahan dan pemeriksa mendengarkan suara atau bunyi yang dihasilkan serta mengidentifikasi jenis suara atau bunyi yang dihasilkan tersebut.


Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • tutorialalkes.wordpress.com
  • slideshare.net




Terima kasih untuk Like/comment FB :