Mendengar Murmur dengan Stetoskop

Murmur merupakan bunyi yang dihasilkan sebagai akibat dari kelainan pada katup jantung. Mendengar murmur dengan stetoskop dapat dilakukan apabila pasien yang di periksa memang sudah menderita kelainan pada katup jantung. Kelainan katup jantung ini dapat di deteksi dan diisyaratkan dengan adanya bising jantung yang menyebabkan tidak bekerjanya jantung dengan baik. Gangguan fungsi kerja jantung tersebut disebatkan karena gangguan hemodinamik yaitu terganggunya distribusi atau sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

Adanya gangguan distribusi dari sirkulasi darah ke seluruh tubuh apabila dibiarkan secara berlaurt-larut maka akan dapat menyebabkan kematian. Sehingga apabila ditemukan kondisi seperti ini pada pasien, sebaiknya pasien tersebut segera ditangani. Deteksi dini murmur jantung dapat dilakukan dengan mendengar murmur dengan stetoskop. Pengenalan pola suara terhadap bising jantung dapat membantu untuk menghindari gangguan hemodinamik ataupun yang lainnya.



 Stetoskop cardiology untuk pemeriksaan jantung

Pemeriksaan kesehatan menggunakan stetoskop

Cara Mendengar Murmur dengan Stetoskop

Cara mendengar murmur dapat dilakukan ada saat pemeriksaan auskultasi. Mendengar murmur dengan stetoskop dilakukan dengan cara menempatkan stetoskop pada titik tertentu. Daerah yang diperiksa untuk mendengar murmur dengan stetoskop biasanya berupa daerah yang menjadi lokasi dari katup jantung. Bunyi dari katup jantung (mitral, trikuspid, aorta, pulmonal) akan terdengar pada tempat spesifik di dada yaitu :
  1. Bunyi katup mitral dan bunyi jantung kiri lainnya terdengar paling baik di apeks.
  2. Bunyi katup trikuspid dan bunyi jantung kanan lainnya paling baik terdengar di batas lateral kiri sternum (LLSB).
  3. Bunyi katup aorta terdengar paling baik di basis kanan.
  4. Bunyi katup pulmonal terdengar paling baik di basis kiri.
Dari keempat area spesifik tersebut, mendengar murmur dengan stetoskop mungkin saja dapat terjadi apabila pasien yang diperiksa tersebut merupakan penderita penyakit kelainan jantung.

Cara mendengar murmur dengan stetoskop dilakukan dengan cara menempatkan difragma atau bell stetoskop pada keempat area pada dada. Stetoskop diletakkan sampai menghasilkan bunyi yang jelas, kemudian berpindah lagi pada area selanjutnya. Apabila pasien yang diperiksa menderita kelainan katup jantung kemungkinan bunyi murmur dapat terdengar.

Mendengar murmur dengan stetoskop dapat di gambarkan sebagai nada rendah atau gemuruh dengan jangkauan frekuensi 60-100 cps. Murmur dapat bernada menengah, kasar atau keras, dengan jangkauan frekuensi 100-150 cps, dan juga dapat bernada tinggi dengan frekuensi lebih besar dari 300 cps.

Mendengar murmur dengan stetoskop dapat menghasilkan beberapa tingkatan kekerasan yaitu derajat I yang merupakan murmur yang sangat redup sehingga memerlukan konsentrasi untuk mendengarnya. Murmur derajat II merupakan murmur yang redup tetapidapat terdengar tepat atas tempat stetoskop pada dada. Murmur derajat III adalah murmur sedang, lebih keras dari derajat II. Murmur signifikan paling hemodinamik addalah pada skhir derajat III. Murmur derajat IV adalah murmur yang keras dan sering dihubungkan dengan sensasi yang dapat diraba, yang dikenal sebagai thrill. Murmur derajat V adalah murmur yang sangat keras, tetapi masih membutuhkan paling sedikitnya ujung stetoskop untuk tetap menempel dengan dada. Murmur derajat VI adalah murmur yang dapat didengar dengan stetoskop yang tidak menempel pada dada.

Mendengar murmur dengan stetoskop diperlukan pengalaman yang lama dari pendengarnya. Karena biasanya mendengar murmur dengan stetoskop seringkali tertukar dengan bunyi yang dihasilkan jantung lainnya. Untuk itu, sebaiknya mendengar murmur dengan stetoskop dilakukan oleh pemeriksa yang sudah ahli atau konsultasi pada dokter yang sudah ahli.



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • Buku Interpretasi Akurat Bunyi Jantung




Terima kasih untuk Like/comment FB :