Menggunakan Stetoskop (Langkah - Langkahnya)

Dalam menggunakan stetoskop dapat dikatakan merupakan langkah yang cukup mudah. Namun terdapat hal sulit dalam menggunakan stetoskop. Hal sulit tersebut berupa keterampilan dalam menilai suara yang terdengar dari stetoskop. Selain performa yang baik dari stetoskop, dalam menggunakan stetoskop juga diperlukan pendengaran yang baik dari pengguna stetoskop. Kedua hal ini saling mendukung dalam menentukan suatu diagnosa dari suatu pemeriksaan auskultasi.

Pada umumnya terdapat 4 langkah utama dalam menggunakan stetoskop. Langkah tersebut di lakukan pada setiap pasien yang akan diperiksa dengan teknik auskultasi. Teknik auskultasi merupakan suatu teknik pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan bunyi yang dihasilkan oleh tubuh pasien. melalui bantuan stetoskop inilah suara yang dihasilkan oleh tubuh pasien dapat terdengar dengan jelas. Apabila terdapat suara yang dicurigai mengarah pada suatu penyakit, maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menegaskan diagnosa dari pasien tersebut.



 Stetoskop akustik ABN Majestic

Penggunaan stetoskok untuk pemeriksaan pasien

Langkah Menggunakan Stetoskop

Langkah menggunakan stetoskop meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Langkah pertama yang dilakukan adalah memilih tempat yang tenang untuk menggunakan stetoskop. Langkah pertama menggunakan stetoskop ini penting untuk menghindari terdengarnya suara lain selain suara yang dihasilkan oleh tubuh pasien. Gunakan stetoskop pada tempat yang tenang. Tempat yang tenang juga dapat mendukung konsentrasi anda dalam melakukan pemeriksaan kepada pasien.
  2. Langkah kedua dalam menggunakan stetoskop adalah mengatur posisi pasien. Mengatur posisi pasain saat akan menggunakan stetoskop dapat mempermudah pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan. Apabila pemeriksa akan mendengarkan bunyi jantung dan perut, posisi pasien yang sesuai untuk melakukan pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop ini ialah posisi terlentang. Dan untuk mendengarkan bunyi paru-paru sebaiknya posisikan pasien dalam keadaan telungkup. Apabila pemeriksa akan melakukan pemeriksaan bunyi jantung, paru-paru dan perut dengan menggunakan stetoskop, maka pasien diposisikan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya pasien dapat diposisikan duduk, berdiri, berbaring miring ke kiri atau ke kanan, terlentang dan lain sebagainya.
  3. Langkah ketiga dalam menggunakan stetoskop ialah menentukan bagian stetoskop (diafragma atau bell) untuk melakukan pemeriksaan. Diafragma atau sisi datar pada gendang stetoskop lebih baik igunakan untuk mendengarkan bunyi bernada tinggi. Bel atau sisi cekung pada gendang stetoskop lebih baik digunakan untuk mendengarkan bunyi bernada rendah. Jika pemeriksa menginginkan menggunakan stetoskop yang menyalurkan kualitas suara yang baik, maka pemeriksa mungkin perlu mempertimbangkan untuk menggunakan stetoskop elektronik dibandingkan menggunakan stetoskop akuatik. Stetoskop elektronik dapat mengeraskan suara sehingga pemeriksa akan lebih mudah dalam mendengarkan bunyi jantung dan paru-paru. Penggunaan stetoskop elektronik mungkin membantu memudahkan pemeriksa untuk mendengarkan bunyi jantung dan paru-paru, walaupun harganya cukup mahal.
  4. Langkah keempat dalam menggunakan stetoskop ialah meminta pasine untuk mengenakan baju pasien atau melepas baju yang dipakainya agar kulit tidak tertutupi oleh bajunya. Menggunakan stetoskop yang baik digunakan secara langsung pada kulit pasien. sangatlah penting untuk menghindari gesekan stetoskop dengan baju pada pasien. Gesekan stetoskop dengan baju pasien dapat menimbulkan bunyi berdesir dari kain baju yang terdengar melalui stetoskop. Apabila pasien yang akan diperiksa ialah pria yang memiliki banyak bulu dada, maka menggunakan stetoskop dilakukan dengan cara melakukan penekanan yang cukup kuat untuk menghindari terdengarnya bunyi berdesir akibat gesekan stetoskop dengan bulu dada. Agar pasien merasa nyaman saat melakukan pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop, maka sebelum menempelkan stetoskop pada kulit pasien tersebut, hangatkan stetoskop dengan cara menggosokkannya ke lengan baju pemeriksa atau perlu dipertimbangkan untk membeli alat penghangat stetoskop.



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • ncbi.nlm.nih.gov




Terima kasih untuk Like/comment FB :