Bagian-bagian Stetoskop Secara Detail

Bagian stetoskop disesuaikan dengan fungsinya untuk mendengarkan suara-suara organ dalam (paru-paru, jantung, usus) termasuk kelainannya. Bagian stetoskop memungkinkan seorang dokter bisa mendengarkan suara organ-organ tersebut dengan baik dan juga membuat nyaman saat memeriksa pasien. Bagian stetoskop semua sama saja meskipun tujuan pemeriksaannya berbeda. Pada intinya, bagian stetoskop terdiri dari tiga bagian, yaitu eartips, tube, dan chest piece. Bagian stetoskop yang seringkali dimodifikasi adalah bagian chest piece dan tube karena berhubungan dengan jenis pemeriksaan.

Stetoskop adalah alat untuk mendengarkan suara napas, apakah aliran udaranya baik atau justru paru-paru dipenuhi cairan (edema) atau terdapat infeksi (tuberkulosis, pneumonia). Suara napas paru yang berpenyakit akan berbeda dengan suara napas orang normal. Contohnya pada serangan asma ditandai dengan adanya suara wheezing saat bernapas.


bagian stetoskop
Stetoskop Sphygmed


Stetoskop adalah juga alat untuk menilai suara detak jantung dan keadaan katup-katup jantung. Suara jantung normalnya terdengar ada dua, yaitu saat sistol (jantung berkontraksi) dan diastol (fase pengisian jantung). Dengan melakukan auskultasi (pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop), kita dapat menilai apakah ada kelainan pada jantung seperti pengerasan katup-katup jantung. Kelainan jantung bawaan pun dapat terdeteksi dengan mendengarkan bunyi jantung melalui stetoskop.

Bunyi perut (abdomen) juga bisa didengarkan dengan menggunakan stetoskop, seperti menilai bising usus. Bising usus normalnya sebanyak tiga kali per menit. Bising usus yang meningkat bisa jadi terjangkit penyakit diare atau sumbatan pada usus (obstruksi). Seseorang yang diare, gerak ususnya lebih sering dari biasanya sehingga akan terdengar meningkat saat diperiksa dengan stetoskop.

Bagian-bagian Stetoskop Secara Detail

  Bagian stetoskop pada dasarnya sama, meskipun mereknya berbeda. Merek yang umum dikenal adalah Littmann, ABN, Riester, dan GEA. Merek-merek stetoskop tersebut di atas bisa ditemukan di toko-toko alat kesehatan. Berikut adalah gambar bagian stetoskop secara jelas.

Bagian stetoskop secara skematik

Bagian yang digunakan oleh dokter adalah eartips, bagian ini nantinya dimasukkan ke telinga dokter untuk mendengarkan suara saat pemeriksaan. Bagian yang menempel di pasien disebut juga dengan chest piece yang terdiri dari diafragma dan bel  . Diafragma digunakan untuk mendengarkan suara berfrekuensi tinggi sedangkan bel   digunakan untuk mendengarkan suara berfrekuensi rendah. Bagian stetoskop satu ini bisa bermacam-macam. Ada yang khusus tanpa bel   seperti stetoskop kardiologi (sering dipakai oleh spesialis jantung), ada juga yang berbentuk seperti stetoskop Laennec biasa yang sering dipakai untuk mendengarkan denyut jantung janin. Ada juga yang tidak ada bel, tetapi diganti menjadi bentuk karakter kartun lucu untuk menyenangkan anak-anak dan membuat anak-anak tidak takut saat diperiksa oleh dokter. Eartips dan chest piece dihubungkan oleh tube atau selang yang berfungsi untuk menghantarkan suara dari chest piece ke eartips.

Harga stetoskop kardiologi lebih mahal dibanding stetoskop biasa karena memiliki kemampuan untuk mendengarkan suara jantung dengan lebih tajam. Dalam satu bungkus stetoskop biasanya dilengkapi dengan satu diafragma dan dua pasang bantalan eartips untuk mengganti bila sudah rusak. Merek Littmann lebih mahal dibandingkan merek lain seperti ABN dan Riester.

Selain untuk menilai kelainan suara paru, jantung, dan usus, stetoskop juga diperlukan untuk memeriksa tekanan darah seseorang dengan dibantu dengan tensimeter atau spigmomanometer. Stetoskop berperan untuk mendengarkan suara denyut di pembuluh darah. Berikut ini langkah-langkah penggunaan stetoskop untuk menentukan tekanan darah:
  1. Pasang earpiece pada telinga hingga menutup seluruh lubang telinga;
  2. Putar penghubung tube dengan diafragma untuk membuka diafragma. Cek dengan cara mengetuk bagian diafragma. Bila suara terdengar kencang, berarti diafragma telah terbuka;
  3. Pasang tensimeter(spigmomanometer) di lengan atas pasien lalu letakkan diafragma di bagian arteri brachialis atau bisa juga letakkan stetoskop di bawah manset agar tidak terlepas. Pompa manset kemudian dengarkan suara sistol dan diastolnya.
   

Oleh: dr. Rifa
Editor: Adrie Noor
Sumber: tokoalkes.com, stetoschope.web.id



Terima kasih untuk Like/comment FB :