Apa Itu Stetoskop dan Fungsinya?

Apa itu stetoskop ? Stetoskop merupakan salah satu alat medis yang digunakan para dokter dan profesi yang setara dengannya untuk memeriksa detak jantung, pernapasan, intestine dan aliran darah pasien. Stetoskop merupakan alat yang tak terpisahkan dari profesi ahli medis, bahkan bisa di bilang alat utama seorang dokter selain jarum suntik. Stetoskop biasanya dibawa dokter ke mana saja saat sedang praktik atau saat sedang bertugas menangani pasien. Stetoskop memiliki banyak fungsi di antaranya untuk memeriksa bunyi yang dihasilkan oleh tubuh.



apa itu stetoskop
Stetoskop Sphygmed


Apa Itu Stetoskop dan Fungsinya?

1. Memeriksa denyut jantung
Stetoskop berfungsi untuk memeriksa denyut jantung. Denyut jantung (nadi) adalah suara yang dihasilkan dari denyutan jantung dan aliran darah yang melewatinya. Untuk memeriksanya digunakan stetoskop. Bunyi jantung dibagi menjadi bunyi jantung normal dan patologis yang mengindikasikan suatu penyakit. Bunyi jantung dikenali sebagai lub dan dub secara bergantian.

2. Mendengarkan paru-paru
Tujuan pemeriksaan auskultasi paru adalah untuk menentukan adanya perubahan dalam saluran napas dan pengembangan paru, dengan auskultasi dapat didengarkan suara napas, suara tambahan, suara bisik, dan suara percakapan.

Suara napas adalah suara yang dihasilkan aliran udara yang masuk dan keluar paru pada waktu bernapas. Pada proses pernapasan terjadi pusaran/eddies dan benturan/turbulensi pada bronkus dan cabangnya.

3. Mendengarkan abdomen
Pemeriksaan aukskultasi pada abdomen yaitu bertujuan untuk mendengarkan bising usus serta pembuluh darah. Bising usus merupakan suara yang terjadi saat peristaltik yang disebabkan oleh perpindahan gas atau makanan sepanjang mediastinum. Banyak atau sedikitnya bising usus yang didengarkan saat aukskultasi tergantung dari pergerakan atau motalitas usus, normalnya bising usus adalah 5-12 kali per menit. Untuk mendiagnosis gangguan pencernaan.

4. Auskultasi pembuluh darah// Letakkan bagian bel stetoskop di atas aorta, arteri renalis, arteri iliaka. Auskultasi aorta dari arah superior ke umbilikus. Auskultasi arteri renalis dengan meletakkan stetoskop pada garis tengah abdomen ke arah kanan kiri garis abdomen bagian atas mendekati panggul. Pada orang normal aukskultasi pembuuh darah tidak didapatkan suara, yang ada hanya detak heart rate dari arteri.

Apa itu stetoskop? Stetoskop akustik yang paling umum digunakan dan beroperasi dengan menyalurkan suara dari bagian dada, melalui tabung kosong berisi-udara, ke telinga pendengar. Bagian chestpiece biasanya terdiri dari dua sisi yang dapat diletakaan di badan pasien untuk memperjelas suara, sebuah diaphgram (disk plastik) atau bel (mangkok kosong). Bila diaphgram diletakkan di tubuh pasien, suara tubuh menggetarkan diaphgram, menciptakan tekanan gelombang akustik yang berjalan sampai ke tube ke telinga pendengar. Stetoskop akustik lazim dipakai untuk mendeteksi bunyi jantung dan paru-paru agar kondisi kesehatan organ penting tersebut diketahui. Namun karena intensitas bunyi yang dideteksi relatif lemah, dan adanya gangguan suara lingkungan, penggunaan stetoskop ini menjadi sulit, khususnya untuk mendeteksi adanya kelainan bunyi jantung seperti misalnya murmur.

Apa itu stetoskop? Stetoskop elektronik mengatasi tingkatan suara yang rendah dengan cara memperkuat suara tubuh. Sekarang ini, telah ada beberapa perusahaan menawarkan stetoskop elektronik, dan mungkin dalam beberapa tahun lagi, stetoskop elektronik akan menjadi lebih umum dari stetoskop akustik. Stetoskop elektronik dibuat dengan menempatkan sebuah mikropon kondensor di dalam pipa berongga stetoskop akustik untuk mengonversi bunyi yang ditangkap oleh chestpiece menjadi sinyal listrik. Selanjutnya sinyal tersebut akan diperkuat, lalu dilewatkan pada filter jantung atau filter paru-paru untuk memperjelas bunyi yang lebih ingin didengar di headphone. Dilakukan pula segmentasi dengan terlebih dulu mengubah sinyal jantung, S1 dan S2, menjadi pulsa-pulsa digital sehingga durasi waktu fase sistolik dan diastolik dapat diukur oleh mikrokontroler.

Tata Cara Pemakaian Alat

Sebelum dipakai, periksa stetoskop terlebih dahulu. Stetoskop terbaik memiliki tabung untuk setiap potongan telinga daripada tabung tunggal. Selain itu, tabung terbaik adalah tebal, pendek, dan relatif kaku, dengan sedikit membosankan. Juga, pastikan bahwa tabung bebas dari kebocoran. Cari tempat yang tenang relatif untuk memastikan bahwa suara tubuh tidak diganggu suara kebisingan. Masukkan masing-masing dari dua buah earphone ke telinga Anda untuk mendengarkan kebisingan. Earphone dapat juga dimiringkan sedikit ke depan untuk memastikan kesesuaian yang lebih baik. Gunakan stetoskop pada kulit terbuka.


Oleh: dr. Rizal
Editor: Adrie Noor
Sumber: id.wikipedia.org, wirawan-lesmana.blogspot.co.id, Kamusq.com, filesentani.blogspot.co.id, sahunie.blogspot.co.id



Terima kasih untuk Like/comment FB :