Harga Stetoskop dan Tensimeter di Pasaran

Harga stetoskop dan tensimeter dapat dibeli dalam satu paket alat pengukur tekanan darah. Stetoskop berasal dari bahasa Yunani, yaitu stethos yang berarti dada, dan skopeein yang berarti memeriksa. Kegunaan stetoskop dalam dunia medis adalah untuk memeriksa suara yang ada di dalam tubuh. Biasanya digunakan untuk mendengar suara detak jantung, pernapasan pada paru-paru, juga digunakan untuk mendengar aliran darah di dalam arteri dan vena. Stetoskop mempunyai banyak fungsi dalam bidang kesehatan yaitu untuk memeriksa tekanan darah, memeriksa saluran pencernaan, memeriksa janin dalam kandungan, memeriksa jantung serta mendengarkan suara paru-paru.



harga stetoskop dan tensimeter
Stetoskop ABN Classic



Ketika digunakan untuk mengukur tekanan darah, stetoskop membutuhkan alat bantu tensimeter atau sphygmomanometer. Berikut ini adalah cara menggunakan stetoskop untuk mengukur tekanan darah.
  • Pasang earpiece stetoskop ke telinga;
  • Pastikanlah earpiece menutupi seluruh lubang telinga Anda; saat ini semua stetoskop sudah di desain ergonomis atau dapat mengikuti posisi pada kedua telinga;
  • Apabila Anda merasa kurang nyaman maka stetoskop dapat dibalik atau ditukar sebelah kiri serta kanannya.

Harga Stetoskop Dan Tensimeter di Pasaran

Harga stetoskop dan tensimeter ABN aneroid alat merupakan tensimeter dan stetoskop dalam 1 paket. Alat yang kami jual ini merupakan spectrum Aneroid Sphygmomanometer yang sering dipakai oleh klinik, rumah sakit, dan instansi kesehatan lainnya. Tensimeter dan stetoskop tersedia dalam kemasan box dan memiliki aneka warna yang cerah dan dijual mulai dari Rp250.000,00- Rp1.500.000,00.

Fungsi Sphygmomanometer (Tensimeter) ialah  untuk mengukur tekanan darah yang bekerja secara manual saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset, dengan sistem non-invasive. Alat ini biasa disebut juga dengan tensimeter. Tensimeter pertama kali diperkenalkan oleh dr. Nikolai Korotkov, seorang ahli bedah Rusia, lebih dari 100 tahun yang lalu. Sejak itu, sphygmomanometer air raksa telah digunakan sebagai standar pengukuran tekanan darah oleh para dokter.

Tensimeter atau sphygmomanometer pada awalnya menggunakan raksa sebagai pengisi alat ukur ini. Sekarang, kesadaran akan masalah konservasi lingkungan meningkat dan penggunaan dari air raksa telah menjadi perhatian seluruh dunia. Bagaimanapun, sphygmomanometer air raksa masih digunakan sehari-hari, bahkan di banyak negara modern. Para dokter tidak meragukan untuk menempatkan kepercayaan mereka kepada tensimeter air raksa.

Tensimeter Air Raksa, Alat tensimeter ini memerlukan stetoskop untuk mendengar munculnya bunyi suara tekanan sistolik dan diastolik pada jantung.

Kelebihan:
  • Merupakan golden standar pemeriksaan tekanan darah;
  • Hasil yang di dapat akurat;
  • Tahan lama.
Kekurangan:
  • Memerlukan tenaga ahli untuk melakukan pemeriksaan;
  • Dapat terkontaminasi logam berat seperti merkuri, jika air raksanya bocor atau pecah.
 

Cara Menggunakan Tensimeter Aneroid

Harga stetoskop dan tensimeter juga bergantung pada jenis alat. Salah satu jenis tensimeter yang cukup murah dan dijual di banyak tempat adalah aneroid tensimeter atau tensimeter analog. Ciri khas tensimeter ini yakni adanya bagian lingkaran dengan jarum yang secara analog akan menunjukkan tekanan darah Anda. Harga alat ini berkisar mulai dari 90 ribu rupiah hingga beberapa ratus ribu rupiah tergantung merek alat yang Anda beli atau Anda bisa cek di website kami. Cara penggunaannya juga sangat mudah, jika Anda bingung Anda bisa bertanya langsung pada customer service kami.  

Menyiapkan peralatan

  1. Mintalah bantuan orang lain karena mengukur dengan tensimeter susah jika dilakukan sendirian;
  2. Duduklah dengan nyaman dan buka perangkat tensimeter aneroid yang Anda punya, berhati-hatilah ketika akan melepaskan berbagai peralatan dari wadahnya karena bisa saja rusak;
  3. Angkat lengan yang Anda periksa secara horizontal dan buat agar siku Anda sejajar dengan jantung. Hal ini akan memastikan pembacaan tensimeter Anda tidak lebih maupun kurang. Sangat penting juga untuk menjaga posisi tangan Anda selama proses tensi sehingga carilah ganjal yang cukup stabil;
  4. Pasang bagian selubung tensimeter Anda. Menurut para dokter, lebih dianjurkan bagi Anda untuk melakukan tes pada lengan kiri jika Anda adalah pengguna dominan tangan kanan dan begitu juga sebaliknya;
  5. Pastikan bagian selubung tensimeter sudah kencang namun tidak terlalu kencang. Pemasangan yang tidak kencang akan membuat alat tersebut tidak bisa membaca detak arteri Anda, sedangkan pemasangan yang terlalu kencang akan menyebabkan tekanan yang berlebihan di arteri Anda sehingga hasilnya tidak akurat;
  6. Letakkan stetoskop di lengan. Tensimeter yang Anda beli biasanya juga dibekali dengan stetoskop sebagai alat bantu. Letakkan stetoskop ini persis di bagian bawah dari selubung yang sudah Anda balutkan di tangan Anda. Perlahan-lahan kenakan earpiece stetoskop di telinga Anda. Ingat, jangan tekan stetoskop dengan jempol karena jempol mempunyai detaknya sendiri, cobalah untuk menekan stetoskop dengan jari tengah dan telunjuk;
  7. Letakkan alat pengukur di permukaan yang stabil. Cobalah untuk meletakkan bagian pengukur tensimeter di atas selubung yang sudah Anda balutkan di tangan Anda;
  8. Ambil pemompa karet dan kencangka katupnya. Anda akan bisa melihat semacam katup berbentuk seperti sekrup yang bisa dikencangkan di sisi pompa karet. Pastikan katup tersebut sudah kencang agar Anda mendapatkan pembacaan yang akurat dari tensimeter.
   


Oleh: dr. Rizal
Editor: Adrie Noor
Sumber: medicalogy.com, stetoskopsurabaya.blogspot.co.id, fungsi alat.blogspot.co.id



Terima kasih untuk Like/comment FB :