Stetoskop Laennec (Cara Penggunaan)

Stetoskop Laennec pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Prancis, Rene Theophile Hyacinthe Laennec pada tahun 1816. Fungsi utama stetoskop saat itu adalah untuk mendengarkan suara detak jantung. Penemuan stetoskop sendiri memiliki sejarah yang panjang dan sedikit memalukan. Pada zaman dahulu, seorang petugas medis memeriksa detak jantung pasien dengan cara menempelkan telinganya di dada pasien. Tak masalah bagi pasien laki-laki, tetapi masalah muncul jika pasien perempuan karena rasa malu. Untuk menghindari rasa malu pasien wanita, maka lahirlah stetoskop Laennec.



stetoskop laennec
Stetoskop ABN Majestic


Apa itu Stetoskop Laennec ?

Stetoskop Laennec adalah stetoskop pertama di dunia, dinamai sesuai dengan nama penciptanya, René Laennec dan sayang sekali sudah tidak digunakan lagi, selain sebagai pajangan di museum. Stetoskop Laennec yang dirancang khusus untuk mendengarkan detak jantung janin secara manual pada usia kehamilan 17-22 minggu. Cara menggunakan stetoskop Laennec yakni sebagai berikut:
  1. Tempat mendengarkan harus tenang, agar tidak mendapat gangguan dari suara lain;
  2. Baringkan ibu hamil dengan posisi telentang, kakinya lurus, bagian yang tidak perlu diperiksa ditutup, pintu dan jendela ditutup;
  3. Lakukan pemeriksaan leopold untuk mencari posisi punggung janin;
  4. Setelah punggung janin direbahkan, letakkan stetoskop Pinard pada daerah sekitar punggung janin, pastikan tidak terhalang baju ibu (langsung kontak dengan kulit ibu untuk memperjelas denyutan). Stetoskop Pinard dipakai bagian yang berlubang luas ditempatkan ke atas tempat atau daerah di mana kita akan mendengarkan jantung janin (kulit ibu), sedangkan bagian yang sempit dengan lubang yang kecil ditempelkan ke telinga pemeriksa;
  5. Bila terdengar suatu detak jantung, maka bandingkan dengan denyut nadi pada pergelangan tangan ibu. Apabila denyutan yang terdengar dari stetoskop Pinard lebih cepat (seperti derap kaki kuda) atau tidak sama dengan denyutan nadi ibu berarti itu adalah denyut nadi janin. Namun, jika denyutannya sama dengan denyut nadi ibu itu menandakan bukan jantung janin tapi aortaabdominalis ibu;
  6. Hitung total denyut jantung janin selama 1 menit penuh atau 60 detik. Dengarkan apakah denyut jantung janin teratur atau tidak;
  7. Catat hasil pemeriksaan dan informasikan kepada klien.

Petugas kesehatan terutama bidan harus cermat dalam menggunakan stetoskop Pinard ini, dikarenakan pemeriksaan ini sangat penting untuk melihat kesejahteraan janin. Stetoskop Laennec selain menilai kuantitas denyutan, pemeriksa juga harus melihat kualitas denyutan jantung janin dengan menilai irama dari keteraturan antar denyutan. Rentang normal denyut jantung janin adalah 120-160 x/mnt. Apabila denyutan berada di bawah atau di atas rentang normal atau jumlah denyutan normal, tetapi tidak teratur, maka pemeriksa harus melakukan pemeriksaan yang lebih dalam untuk menemukan masalah yang terjadi karena dikhawatirkan janin mengalami stress di dalam rahim ibu dan pemeriksa harus segera mengambil tindakan untuk mengatasinya, sehingga hal-hal buruk yang mengancam janin tidak terjadi.

Seperti yang telah disebutkan di atas, stetoskop Laennec ditemukan pada tahun 1816 ketika seorang dokter Prancis muda bernama Rene Theophile Hyacinthe Laennec sedang memeriksa seorang pasien perempuan muda. Laennec malu untuk menempatkan telinganya di dada, yang merupakan metode auskultasi yang digunakan oleh dokter pada saat itu. Laennec menyebut alatnya dengan sebutan “Le Cylindre,” yang kemudian berubah menjadi “Stetoskop”, yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘saya lihat’ dan ‘dada.’ Dia menciptakan sebuah stethoscope dari sepotong kayu.

Di salah satu ujung stetoskop Laennec memiliki lubang untuk menempatkannya di dekat telinga dan ujung lainnya berbentuk cekung. Laennec menerbitkan hal tersebut pada jurnal klasik auskultasi tahun 1819. Dalam tulisan tersebut ia membahas tentang stetoskop serta mengilustrasikan desainnya. Stetoskop digambarkan memiliki panjang 12 inci dan 1,5 inci dengan diameter lubang 3/8 inci. Pada saat itu, stetoskop dijual seharga 2 franc.


Oleh: dr. Rizal
Editor: Adrie Noor
Sumber: darah perak pelangi. wordpress.com, dowloadmakalah.blogspot.co.id, dokterjalanan.id, tasalimrian.blogspot.co.id, kamusq.com, tokoalkes.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :